Tampilkan postingan dengan label NLP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NLP. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Januari 2018
Kamis, 07 April 2016
KEKUATAN PIKIRAN BAWAH SADAR
KEKUATAN PIKIRAN
BAWAH SADAR
“Jalan Tol Menuju Perubahan”
Apa yang Anda pikirkan ketika
saya menyebutkan 15 April 1912 ? apakah ada suatu peristiwa yang sempat
terlintas di benak Anda?. Sebuah peristiwa yang sangat melegenda di dunia sampai
hari ini. Dan bahkan telah difilmkan. Mungkin
sebagian dari Anda ada yang terlintas dan mungkin juga tidak. Lalu bagaimana
jika pertanyaan saya ganti, apakah anda pernah mendengar atau menyaksikan film
Titanic? Yaaa, saya yakin sebagian besar kita pernah menyaksikan atau stidaknya
mendengar tentang film tersebut. Bahkan mungkin ada di antara Anda yang telah
menonton film tersebut sampai dua kali, tiga kali, atau lebih.
Di dalam film tersebut dikisahkan
sebuah kapal besar yang mewah akhirnya kandas tenggelam di dasar laut samudra
Atlantik dikarenakan kapal menabrak sebuah gunung Es. Tragedi tersebut
meninggalkan kepiluan yang luar biasa. Dan,,,, please Jangan berharap saya akan
menceritakan kisah cinta di dalam film itu yaa.. heheh.
Baiklah, apa yang saya ingin
katakan berikutnya adalah tentang pembelajaran yang dapat kita ambil dari
tragedi itu dikaitkan dengan kekuatan pikiran bawah sadar manusia. Lho apa
hubungannya tragedi Titanic dengan kekuatan pikiran bawah sadar? Saya akan
mencoba menghubung-hubungkannya.
Tahukah Anda bahwasanya sebuah
gunung es yang tampak dipermukaan laut adalah hanya sebagian kecil dari
keseluruhan gunung es. Ukuran gunung es yang berada di bawah permukaan laut
ternyata jauh lebih besar dari apa yang tampak di permukaan. Coba perhatikan
gambar gunung es di bawah ini
Menggunakan analogi tersebut
ternyata pikiran manusia juga terbagi atas dua, yaitu pikiran sadar dan pikiran
bawah sadar. Hal ini terlepas dari ada yang mengatakan bahwa pikiran manusia
itu terbagi atas 3 dengan menambahkan pikiran tidak sadar. Agar hal ini menjadi mudah, maka kita
menggunakan analagi yang pertama.
Nah sebagaimana gunung es di
atas, maka seperti itu jugalah pikiran manusia. Apa yang tampak kecil
dipermukaan adalah pikiran sadar kita dan apa yang tidak tampak dari permukaan
adalah pikiran bawah sadar kita.
Pikiran sadar kita adalah bagian
dari pikiran kita yang berfungsi untuk
menganalisis, mengkritik, dan berpikir logis sepanjang hari. Di situlah kita
menaruh perhatian kita. Sementara pikiran bawah sadar kita adalah bagian dari
pikiran yang mengendalikan fungsi tubuh kita, dari detak jantung hingga pernapasan kita. Di sinilah semua memori kita disimpan layaknya Bank dan disinilah kearifan, kreativitas, karakter, intuisi, serta kemampuan memecahkan masalah berada.
Pikiran bawah sadar manusia inilah yang memberikan kontribusi paling besar dalam konteks kehidupan kita. pikiran bawah sadar adalah tempat di mana sebagian besar kebiasaan mental kita berfungsi. Setiap kali kita belajar melakukan sesuatu dengan pikiran kita, kita secara tidak sadar menjadi terampil melakukannya.
Keterampilan itu bisa berupa keterampilan yang membuat depresi, ragu-ragu, sial, membuat diri stres atau merasa takut dan tak berdaya. Kita juga bisa terampil merasa nyaman, memotivasi diri, menjadi rileks atau menjadi lebih percaya diri dan penuh harapan dan lain sebagainya.
Rabu, 30 Maret 2016
Manusia Kontradiktif
Catatan Pembelajar Dari:
Agung Pebe
Kamis, 24 Maret 2016
Seperti biasa pada hari kamis ini
adalah kegiatan sharing komunitas pembelajar. Dan kali ini materi disampaikan
oleh pembelajar kita mas Agung Pebe. Pada kesempatan kali ini mas agung membahas
tentang manusia kontradiktif yang disarikan dari konsep yang dikemukan oleh Arvan
Pradiansyah.
Menurut Arvan
Pradiansyah Manusia kontradiktif adalah orang yang bertolakbelakang antara
keinginannya dengan yang dilakukannya. Dia menginginkan satu hal, tapi
melakukan hal yang menjauhkannya dari keinginannya tersebut. Sederhananya, manusia
kontradiktif itu adalah mereka yang melakukan kebalikan dari apa yang menjadi harapan/keinginannya
dengan kondisi sekarang sehingga semakin menjauhkan dirinya dari pencapaian
tujuan itu.
Contoh:
- Ingin langsing, tapi makannya banyak.
- Ingin hidup sehat, tapi tidak olahraga dengan teratur dst.
Orang yang kontradiktif
menunjukkan ada yang tidak balance
pada dirinya, dia mengalami split
personality. Dalam diri manusia ada
yang namanya Present Self dan Future
Self.
Present self adalah kondisi diri kita pada saat ini (sekarang).
Sedangkan Future self adalah bayangan
tentang diri kita di masa mendatang.
Dalam future self, semua orang pasti menginginkan kebaikan. Tapi sayangnya yang mengambil keputusan
sehari-hari terhadap perbuatan kita adalah present
self. Future self sifatnya
abstrak, sedangkan present self sifatnya sering tidak tahan godaan.
Contoh: dalam future self ingin hidup sehat, tapi
dalam present self tidak olahraga
teratur, tidak mengatur pola makan, dan tidak istirahat dengan cukup.
Orang kontradiktif berbeda dengan
orang kreatif. Orang kreatif adalah orang yang berpikir sesuai dengan tujuan,
tapi dengan cara yang tidak biasa. Misal: menginginkan A, tapi untuk
mendapatkannya menempuh cara yang tidak biasa atau out of the box, yang semakin mendekatkan dia dengan keinginannya
itu. Sedangkan orang kontradiktif, dia menginginkan A, tapi melakukan hal-hal
yang semakin menjauhkannya dari A.
Agar tidak menjadi orang yang
kontradiktif, kita harus mengelola present
self, punya komitmen, melakukan kreasi mental, dan men-decleare keinginan
kita kepada orang lain (ada yang memonitor). Hindari pula melakukan pembenaran,
rasionalisasi atau justifikasi terhadap apa yang kita lakukan (yang
kontradiktif).
Catatan Tambahan:
Dari sudut
pandang NLP (Neuro Linguistic Programming), hal yang demikian di dalam NLP
dikenal dengan istilah Present State dan Desire State.
Present state sederhananya adalah
kondisi seseorang saat ini. Sementara Desire
State adalah kondisi yang diinginkan atau yang menjadi tujuannya.
Present state akan dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti
- Resourches (sumberdaya yang dimiliki)
- knowledge (Pengetahuan)
- Preferences (Pilihan-pilihan)
Sementara itu pada Desire State dibutuhkan tujuan yang jelas dan kuat. Nah terkait hal ini, sebagaimana pembahasan pada minggu sebelumnya tentang bagaimana menguatkan goal. Maka desire state dalam hal ini merupakan bagian dari goal yang ingin dicapai seseorang. Untuk membangun desire state yang kuat pada dasarnya ada dalam WFO (Well formed Outcome). WFO merupakan salah satu pilar yang utama dalam NLP.














.jpg)
.gif)


