COMMIG STARS

Make and Be The Miracle

Hypnostage

Penampilan Hypnostage pada pelepasan wisuda PGSD

Commig Performance

"Make and Be The Miracle"

Magic Performance

Penampilan Magic pada Ulang Tahun Ganto

Certified Hypnotist and Hypnotherapist

Your Subconcius mind is 30,000 times more powerful than your concious mind

Jumat, 25 Maret 2016

CEO Profile


Arlin Teguh A. adalah pendiri dan senior trainer indosinergi , telah berkecimpung di bidang pelatihan sejak tahun 2000 dan telah berpengalaman memberikan pelatihan pada berbagai bidang terkait leadership, komunikasi, kreativitas, pelayanan prima, sikap mental, pengembangan diri dan lain-lain. Disamping itu beliau juga dikenal sebagai motivator yang konsen dalam bidang self empowerment, personal coaching disamping sebagai terapis.
Sepanjang karir sebagai trainer beliau telah berkecimpung sebagai trainer dan pengelola pada berbagai lembaga training & consulting antara lain PPSDM Adzkia, @ CoMMit, dan SHS Consulting, disamping diminta untuk memfasilitasi beberapa pelatihan secara individu. Beliau telah memberikan pelatihan di lebih dari 1000 kelas, 10.000 jam pelatihan dan sekitar lebih dari 20.000 peserta. Beberapa institusi yang pernah beliau fasilitasi dalam training antara lain PT PLN (Persero), BRI, BNI BTN, PT Semen Padang, Pegadaian dll. Disamping beberapa public training yang beliau faslitasi.

Dalam bidang motivasi beliau telah belajar pada orang-orang yang memiliki keahlian dibidang tertentu antara lain: DR. Ernest Wong (Pakar Accelerated Learning), Mr. Tung Desem Waringin (Pelatih Sukses #1 Indonesia), Ronny F. Ronodirjo (Pakar NLP), dll. Disamping itu, beliau telah mendapatkan sertifikasi terutama di bidang Neuro linguistic Programming dan Hypnosis antara lain:
Licensed NLP™ Master Practitioner approved by. DR. Richard Bandler (Founder NLP™) & John La Valle (The Society of NLP  USA)
Licensed NLP™ Practitioner approved by. DR. Richard Bandler (Founder NLP™) & John La Valle (The Society of NLP  USA)
Certified NLP Practitioner held by American Board of NLP (ABNLP)
Certified NLP Master Practitioner held by National Federation of NLP (NFNLP)
Certified Professional Coach Held by Coaching Indonesia
Certified Hypnotist Instructor held by Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH)
Certified Ericksonian Hypnosis held by Better Mind Indonesia
Firewalk Trainer held by TDW Resources
 
Beliau juga pernah mendapatkan penghargaan Sang Inspirator Award dari Radio Classy dan Penghargaan dari MUSEUM RECORD INDONESIA (MURI) untuk trauma healing terbanyak se Indonesia. Disamping juga telah membantu banyak karyawan perusahaan baik swasta maupun BUMN untuk mencapai peak performancenya.
Alumni pelatihan beliau terdiri dari berbagai kalangan antara lain pelaku bisnis, akademisi, professor, mahasiswa, ibu rumah tangga, dll.  Saat ini beliau memimpin indosinergi  (Training & Consulting Services), sebuah lembaga yang konsen dalam pengembangan training berbasis NLP, Accelerated Learning dan Hypnosis, yang juga membawahi ALPHA MIND Hypnotherapy Clinic dan telah banyak membantu dalam proses terapi Trauma, Phobia, Insomnia, Berhenti Merokok, Meningkatkan Konsentrasi, Menghilangkan Depresi dsb, dengan menggunakan tekhnik NLP dan Hypnotherapy.
 

The Essence of Building A Team



The Essence of Building A Team
(Satu)


Together We Get Better
Kata-kata yang menjadi slogan/tagline pada organisasi yang pernah saya ikuti sampai dua kali ini dan sarat akan makna. Bahkan saya rela mundur bergabung dari organisai lain karena saking penasarannya dengan organisasi ini.
Begitu banyak pembelajaran bermakna yang saya dapatkan baik ketika saya sedang berproses di dalam organisasi ini maupun setelah tidak lagi sebagai pengurus. Tempat ini layaknya laboratorium dari hasil pembelajaran tatap muka untuk bereksplorasi secara luas, melakukan eksperimen  dan bahkan menemukan teori/ide baru kami sendiri.
Pada saat saya  berproses di dalamnya banyak suka duka yang Kita lewati bersama dan memang pada akhirnya berhasil Kita lewati. Bagaimana kembali membangun kekompakan saat egoisme individu mulai menggerogotinya. Dari mendapatkan manisnya negosiasi yang berhasil sampai pahitnya penolakan. Dari suasana yang penuh suka cita sampai yang mencekam tak bertegur sapa lalu kembali riang gembira. Terkadang mendapatkan riuhnya tepuk tangan pujian namun tak jarang juga kritikan pedas. Dan masih banyak lagi. Sementara setelah saya tidak lagi berkecimpung di dalam kepengurusannya masih ada pembelajaran yang saya dapatkan ketika saya mengamati dan merasakan interaksinya. Luar biasa memang. Bahkan hampir keseluruhan pengalaman ketika belajar di dalam laboratorium ini sangat bermanfaat.
Layaknya sebuah laboratorium, tentu banyak trial and error yang pernah kita lakukan. Dan itu sama sekali tidak jadi masalah sepanjang kita mau mengambil pembelajaran darinya. Saat ada masalah datang, coba dipecahkan bersama untuk menemukan solusinya, lalu mengujicobakan solusinya, gagal coba lagi. Sampai kita menemukan “takaran solusi” yang pas untuk masalah tertentu. Itulah esensi pembelajaran sesungguhnya. Pembelajaran yang mengajarkan tentang arti sukses.
Saat saya terlibat berinteraksi dalam organisasi lain yang jauh lebih besar di lingkungan dunia kerja, saat berinteraksi dengan klien dalam program pelatihan dan lain sebagainya semakin membuka wawasan saya akan betapa pentingnya kiprah tim dalam mencapai tujuan organisasi dan hal ini mengingatkan saya pada slogan “Together we get better”. Hanya dengan saling berkerjasamalah kita bisa memperoleh tujuan kita lebih baik dari pada bekerja sendirian. Dan saya berharap ini tidak lah menjadi slogan kosong belaka.
Inilah yang sebetulnya penting untuk menjadi perhatian secara seksama oleh seluruh individu yang terlibat di dalam tim ketika berbicara tentang membangun sebuah tim. Hal ini juga tidak terlepas dari peran leader di dalamnya untuk menggerakkan dan mensinergikan anggota timnya.

Value in organization

Sebelum berharap terciptanya tim yang solid yang mampu benar-benar saling bekerjasama dukung-mendukung untuk mencapai tujuan. Ada satu hal yang ternyata sangat esensial. Bahkan tidak jarang dianggap sepele dan terkadang dilupakan, yaitu membangun nilai dalam organisasi. Tidak hanya pada organisasi tetapi lebih luas lagi pada individu-individu yang ada  di dalamnya.
Nilai lah yang menjadi ukuran apakah sesuatu itu baik atau buruk. Nilai yang menjadi penggerak setiap individu untuk memberikan kontribusi terbaik mereka untuk kepentingan organisasi. Nilai juga lah yang membuat orang lain terpaut hatinya dengan organisasi karena orang-orang di dalamnya bekerja dengan penuh integritas.
Organisasi ini sangat lah tepat menjadi sarana pembelajaran setiap insan aktivis yang ingin berdaya guna. Organisasi ini tidak sama seperti organisasi lainnya di luar kampus. Organisasi ini merupakan organisasi sosial non profit tanpa insentif. Justru ini lah yang menjadi nilai tambah organisasi ini. Organisasi tingkat fakultas atau universitas mungkin masih ada insentif untuk jerih payah mereka bekerja mengangkatkan suatu kegiatan.

Saya pribadi bangga pernah menjadi bagian dari laskar ini.
Kesadaran akan betapa pentingnya memberikan nilai dalam setiap upaya yang dilakukan akan membuat kita menjadi bernilai bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga orang lain.

Kira-kira dalam aspek apa saja nilai diperlukan? Mungkin ada banyak nilai yang perlu dibangun. Namun saya menemukan setidaknya ada beberapa hal yang sangat penting, yaitu Respect, Integrity, Communication, and Excellent. Yang kalau disingkat menjadi RICE.

Respect, yaitu tentang saling menghargai. Saling menghargai akan perbedaan. Menghormati yang lebih tua menghormati hak orang lain dalam berpendapat dan lain sebagainya. Saling menghargai membuat orang-orang menjadi merasa aman berada di antara orang-orang di dalamnya. Karena di dalam sebuah organisasi sangat wajar jika muncul berbagai perbedaan. Beda pandangan, ide, pendapat, motivasi, dan lain sebagainya.
Dalam etnis minang budaya saling hormat-menghormati, saling harga-menghargai sudah sangat lama diajarkan turun-temurun. Kita sebagai orang minangkabau mungkin masih ingat dengan “tau di nan ampek”
Salah satu asumsi dasar dalam NLP menyatakan bahwa, manusia hidup dalam model unik mereka tentang dunia. Setiap kita diciptakan unik. maka hargailah keunikan itu. Maka harmonisasi hubungan akan tercipta.

Integrity, yaitu kesadaran akan ketulusan dalam bekerja. Sudah tidak lagi bekerja untuk mencari nama, penghargaan tetapi karena kesadaran atas melakukan sesuatu yang diyakininya baik dengan keseluruhan potensi yang dimilikinya.

Communication, merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan bersosial. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Segala hal yang ada di dalam diri kita dan yang ada di sekitar kita selalu mengkomunikasikan sesuatu yang tanpa kita sadari mempengaruhi kita dalam banyak hal. Lalu apakah kita mampu mengkomunikasikan dengan baik pesan yang kita sampaikan.? Apakah komunikasi kita bernilai dan bermakna? Komunikasi yang kurang baik sering membawa hasil yang juga tidak baik. Bahkan tidak menutup kemungkinan malah menyebabkan orang lain sakit hati, timbul perpecahan dan lain sebagainya.

Excellence, selalu berikan yang terbaik. Jika memberikan pelayanan berikan pelayanan yang terbaik/prima. Jika bekerja berikan dedikasi yang terbaik. Jika melaksanakan kegiatan laksanakan dengan upaya yang terbaik. Sederhananya adalah totalitas terbaik dalam setiap kontribusi kita baik bagi diri sendiri maupun bagi organisasi. Jangan setengah-setengah. Totalitas adalah tentang perpaduan antara tubuh, pikiran dan jiwa kita. Kita sepenuhnya mendedikasikan potensi dan kemampuan yang kita miliki untuk mewujudkan yang terbaik. Karena ketika seseorang sudah mencapai totalitas, maka ia akan selalu berusaha meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dirinya dalam rangka memberikan yang terbaik. Jika ia tidak tahu, maka ia mencari tahu dengan bertanya, bereksperimen dan lain sebagainya. Jika terbentur masalah, berupaya mencari solusi. Ini tidak hanya tentang dalam berorganisasi saja tetapi juga untuk peningkatan kapasitas diri.
Excellence, tidak untuk show off keangkuhan bahwa kita merasa hebat. Tetapi untuk memberikan kontribusi terhebat dari potensi dan kemampuan yang kita miliki agar kita menjadi lebih bernilai.
Dan saya bangga, karena saya melihat HMJ AP FIP UNP selalu ada peningkatan dari tahun ke tahun dari yang tidak ada DPP, sampai ada DPP, dari ada sekre menjadi tidak ada sekre lalu kembali ada sekre bahkan naik level. Dari dulunya hanya berada di bawah sampai sekarang berada di lantai 3. Luar biasa. Dari tidak ada artis pengisi acara, sampai ajo busyet memeriahkan pesta. Dari offline menjadi online di radio. Dari tidak ada komputer operasional sampai sekarang diadakan seperangkat alat komputer. Wah sangat banyak sekali. Tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga selalu dapat ditingkatkan.
Saya yakin masih banyak hal yang perlu dibenahi lagi, namun jika pembenahan yang kita lakukan tanpa membenahi nilai-nilai, maka pembenahan menjadi tidak berarti. Kapan memulainya? Mulai lah dari sekarang, siapa yang harus mulai duluan? Mulailah dari diri sendiri.....
Last but not the least. Lets get back to be together, to really make it better
Salam HMJ AP “TOGETHER WE GET BETTER”
Jaya selalu HMJ AP FIP UNP
Salam terhangat untuk pengurus HMJ AP FIP UNP mulai dari generasi pertama sampai dengan generasi revolusi setelah lama kehilangan sekre. Hehehe

Rabu, 02 Maret 2016

“Be flexible” maka BAHAGIA ITU KITA YANG PUTUSKAN



“Be flexible” maka BAHAGIA ITU KITA YANG PUTUSKAN
Picture. Training NLP for Personality Plus Angkatan ke-24
Pernahkah Kita merasa bahagia dalam hidup Kita? Tentu pernah, kan? Seburuk apapun kehidupan Kita, Kita pasti pernah merasakan kebahagiaan. Dan sebahagia apapun kehidupan Kita tentu Kita juga pernah merasakan kesedihan. Hal yang demikian sangatlah wajar karena itu memang sunatullah nya manusia. Anda mungkin sudah menyadari bahwa Tuhan selalu menciptakan segalanya berpasangan. Ada siang dan malam, bahagia dan sedih, kanan dan kiri, baik dan buruk, wanita dan laki-laki dan masih banyak lagi yang lainnya.
Berbicara tentang bahagia, saya jadi teringat tentang sebuah pelatihan yang pernah saya ikuti. Sebuah pelatihan yang mengobrak-abrik paradigma kuno  di dalam kepala saya. Salah satu yang paling melekat di benak saya adalah tentang bahagia. Saya masih ingat betul dengan pertanyaan trainer nya saat itu,, “apa yang membuat anda merasa bahagia??”
Jika pertanyaan ini diajukan pada anak-anak muda mungkin sebagian mereka akan menjawab
“ketika nembak cewek dan cintanya diterima”
“ketika saya punya pacar”
“ketika memperoleh juara kelas”
“ketika diterima di perguruan tinggi negeri”
“ketika berkumpul dengan keluarga”
“tinggal di rumah mewah dengan keluarga kaya”
“kalau begini, kalau begitu Dan lain sebagainya.”
Lalu muncul pertanyaan berikutnya, bagaimana jika terjadi sebaliknya?
“ketika kamu nembak cewek dan ternyata ditolak”
“ketika kamu masih jomblo sementara yang lainnya punya pasangan”
“kamu kehilangan peringkat juara kelas”
“tidak dapat berkumpul dengan keluarga karena sudah mulai sibuk”
“keluarga jatuh miskin dan tinggal digubuk sederhana”
Adakah di antara anda yang mengalami hal serupa? Mungkin ketika anda sedang bahagianya memiliki pacar, lalu tidak lama kemudian tiba-tiba anda diputuskan padahal anda “merasa sangat sayang” dengannya. Kemudian ditambah lagi dengan anda mengetahui kenyataan bahwa ia memiliki selingkuhan yang ternyata jauh lebih cantik/gagah dan lebih segalanya dari anda? Sangat dramatis!!!!!
Sebagian orang mungkin merasa sangat terpukul, trauma, frustasi, depresi bahkan ada yang sampai bunuh diri.
Mungkin juga ada di antara Anda yang mungkin merasa biasa-biasa saja. Tapi tetap memendam luka batinnya. Atau mungkin juga ada di antara anda yang berpikir untuk menemukan hikmahnya. Membingkai kembali peristiwanya menjadi jauh lebih bermakna positif dan berfokus pada solusi. Alih-alih patah hati, anda memilih mengatakan “NEXT”
Jika Anda golongan yang terakhir, saya akan katakan “EXCELLENT”. Tapi kabar buruknya adalah tidak banyak yang bisa berpikir demikian. Kenapa???
Guru saya mengatakan bahwa ternyata kebanyakan kita terlalu banyak menetapkan syarat untuk kebahagiaan kita. Sehingga kita menggantungkan kebahagiaan kita pada apa yang kita syaratkan harus terjadi. Maka apabila yang terjadi ternyata tidak memenuhi syarat maka kita merasa seolah-olah kita tidak punya pilihan selain merasa kecewa, sedih , merana dan lain sebagainya.
Kita membuat rumit kebahagiaan kita sendiri, menyalahkan keadaaan. Anda seolah-olah merasa menjadi korban keadaan. Pada akhirnya anda tidak menemukan esensi dari kebahagiaan

Come on!! Waktu tidak akan berhenti sembari anda meratapi nasib. Waktu terus berputar. Saya tidak bermaksud melarang anda untuk meratap. Hanya untuk tidak terlalu larut saja dalam ratapan yang sia-sia. Merataplah sebentar kemudian bangkit lagi dengan semangat baru.
Hal ini lah yang menjadi  slah satu output dari pelatihan yang saya ikuti tersebut yang juga merupakan salah satu pilar penting dalam NLP, yang disebut dengan flexibility behaviour. Menjadi fleksibel dalam memaknai hidup dan kehidupan.

Sebagaimana salah satu quote guru saya “Hiduplah flesibel, seperti PESILAT. Tahu waktunya MENYERANG, dan kapan harus MENGELAK. Karena hidup bukan hanya soal BERANI. Tapi juga STRATEGI.” (Arlin Teguh Ardani).

Kalau sudah demikian, maka bahagia menjadi jauh lebih sederhana. Bahagia adalah tentang kefleksibelan KITA dalam memilih preferensi/pilihan yang tepat untuk merasakan kebahagiaan. BAHAGIA itu SEDERHANA. Saya BAHAGIA ketika saya memutuskan saya BAHAGIA.
“JADILAH FLEKSIBEL, MAKA BAHAGIA KITA YANG PUTUSKAN” dan saya memutuskan untuk bahagia mulai sekarang.
Ingatlah!!!! Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan. Mungkin apa yang Anda dapatkan sekarang tidak sesuai dengan yang anda inginkan. Tetapi mungkin itulah yang anda butuhkan. Menemukan hikmah dari setiap peristiwa, jauh lebih dibutuhkan untuk peningkatan kualitas diri.

Jumat, 22 Januari 2016

PELATIHAN NLP FOR PERSONALITY PLUS CAMP PADANG 2016



“MIND, BODY AND SOUL ARE AT ONE SYSTEM AND AFFECT EACH OTHER”
(NLP PRESUPPOSITION)

Tahukah anda? Bahwa tubuh, pikiran dan jiwa berada dalam satu sistem yang sama dan saling mempengaruhi satu sama lain? Haha,, mungkin ada dari sebagian anda yang sudah tahu, dan mungkin juga belum. tapi izinkan saya untuk terus melanjutkan penjelasan ini. Karena saya yakin kita, saya sebagaimana juga Anda adalah pembelajar dalam kehidupan ini. Karenanya kita dapat sama-sama mengambil pelajaran ini. Dan saya tidak tahu bagaimana persisnya kita dapat mengambil pelajaran positif ini.
Pernahkah Anda sesekali menyadari? Bagaimana persisnya tubuh anda bereaksi Ketika anda sedang memikirkan dan merasakan hal-hal yang menyenangkan? Ya,, mungkin anda dapat tersenyum lebar, tertawa bahagia dan lain sebagainya. Lalu bagaimana ketika anda mulai memikirkan sesuatu yang menakutkan ketika akan tampil di depan publik? Ya,, anda mulai merasakan perasaan tidak  enak, lalu kemudian dengan tiba-tiba anda menjadi gugup, gemataran, keringat dingin, kaku, dan seolah-seolah kaki terasa sangat berat untuk digerakkan sperti menempel dengan lantai?
That’s it!!! Itu lah jdul kita sekarang ini. Apa yang kita lakukan, pikirkan dan rasakan akan saling mempengaruhi satu sama lain.
Atau pernahkah anda mendengar tentang psikosomatis? Penyakit yang disebabkan oleh gejala psikis tapi berdampak fisik? Hal ini juga berkaitan dengan judul kita di atas.
Sebelum lanjut, apakah anda penasaran untuk mencoba ekperimen sederhana ini?
Ok baik,, coba lah anda tersenyum ikhlas tanpa alasan yang jelas. Dan jelas saya tidak tahu apa tepatnya alasan anda? Yang jelas anda tersenyum dulu dengan ikhlas.. hehe. Sudah?? Lalu sembari anda tersenyum, coba mulai anda pikirkan hal-hal yang paling menyebalkan, munculkan gambarannya dipikiran anda sambil pertahankan senyum ikhlas anda.. bagaimana rasanya???
Cukup rasakan saja, rasakan perbedaan rasanya.
Dan apakah anda juga tahu bahwa judul di atas adalah salah dari beberapa presuposisi (Asumsi) dalam NLP (Neuro Linguistic Programing) yang bisa sangat powerful sekali jika kita tahu bagaimana memanfaatkannya dalam kehidupan kita.
Dapatkah sekarang anda mulai membayangkan dan merasakan diri anda di masa yang akan datang ketika anda dapat menyeimbangkan pikiran, tubuh dan jiwa anda? Akan seberapa cepatkah anda mampu menciptakan perubahan positif dalam berbagai segi kehidupan anda?
Dan anda dapat mengizinkan diri anda untuk memegang kendali terhadap diri anda, menjadi tuan bagi pikiran anda. 
Dan saya pun sangat terkejut bagaimana hal ini bekerja efektif ketika saya mengalahkan ketakutan saya akan ketinggian yang sudah bertahun-tahun saya alami bahkan hanya dalam hitungan menit.
Akan seberapa penasarankah anda jika mengetahui bahwa Kabar baiknya adalah kita akan belajar lebih banyak hal lagi selain ini karena kelas ekslusif ny akan hadir kembali pada 25-27 maret 2016 khusus bagi anda yang menginginkan perubahan positif.
Dan karenanya juga saya jadi bertanya-tanya bagaimana anda juga dapat mengambil dan merasakan manfaat positif ini dalam kehidupan karir, keluarga relasi anda dan lain sebagainya.
Mungkin hal ini dapat memenuhi kebutuhan anda, ketika anda mampu memanfaatkan pembelajaran ini dalam menikmati hidup lebih bahagia, mengelola emosi menghancurkan mental blok dll. Dan jangan terkejut ketika anda menjadi jauh lebih baik, lebih bahagia, lebih positif usai pembelajaran ini sebagaimana yang juga  sudah dirasakan para alumni termasuk saya sendiri.
Anda bisa jadi takjub ketika mendapatkan banyak kesenangan yang bisa anda ambil dari pembelajaran ini...
Saya juga tidak tahu apa tepatnya yang ada di dalam pikiran anda sekarang ini tapi biar saya tebak bahwa anda mulai mencoba mempertimbangkan segala sesuatunya untuk mengambil keputusan. Jadi cepat atau lambat, saya pun tidak mengetahuinya, ketika anda mengambil keputusan yang tepat. Dan semakin cepat bertindak semakin cepat bergerak.

salam sahabat pembelajar